Assajiduun adalah sebuah komplek masjid yang berorientasi pada manusia dalam setiap kecenderungannya.HABLUMINALLAH dan HABLUMINANNAS,merupakan kata kunci yang menjadi dasar perancangan Masjid ini.Perencanaan yang memperhatikan hubungan manusia dengan Allah serta tidak mengesampingkan aspek sosial pada sisi kemanusiaannya.Sehingga pada akhirnya menjadi sebuah area dimana didalamnya terjadi berbagai macam kegiatan,baik kegiatan Rohani maupun kegiatan Jasmani.Kata HIGH PERFORMANCE sendiri mewakili banyak artian yang meliputi berbagai aspek seperti,GREEN,SUSTAINABLE,SPACE,hingga VISUALIZATION.Tuntutan agar bangunan ini dapat bertahan minimal 50 tahun kedepan,menjadikan bangunan ini memiliki performa maksimal disegala bidang dan issue,seperti SUSTAINABILITY,GLOBAL WARMING,LIFESTYLE,bahkan hingga STATE OF THE ART.Hingga diangkatlah konsep HIGH PERFORMANCE pada bangunan ini.Masjid merupakan bangunan yang memiliki sifat MENGUNDANG,MENDIDIK,dan sangat SOSIAL,hal itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa konsep diatas amat tepat diterapkan kepada sebuah masjid.Semua kaum Muslim akan mengorientasikan hidupnya pada sebuah masjid.Bahkan hal serupa juga terjadi pada kota.Diharapkan Masjid ini akan menjadi suatu sarana PENDIDIKAN dan PERCONTOHAN tentang bagaimana menjadi MANDIRI,SOSIAL,dan tetap memperhatikan LINGKUNGANnya.
PROJECT OBJECTIVE
Bangunan ini diharapkan dapat menjadi sebuah LANDMARK kota Kricak,Menjadi Penghubung kota Kricak dengan kota lainnya,peningkat taraf kota Kricak.Memberikan efek positif pada lingkungan sekitarnya,menjadi proyek percontohan yang baik bagi lingkungannya,menjadi pusat sosial masyarakat,Hingga memberikan pengertian baru bagi masyarakat tentang arti sebuah Masjid.
PROBLEM STATEMENT
Tentunya dalam proses perancangannya,banyak permasalahan yang dihadapi dalam mendesain ASSAJIDUN MOSQUE ini,diantaranya:
- Bagaimana menciptakan sebuah kawasan yang memberi pengaruh positif bagi lingkungannya dari segi GREEN
- Bagaimana menciptakan bangunan yang dapat meningkatkan kualitas sosial pada manusia melalui proses interaksi langsung
- Bagaimana mewujudkan bangunan yang MANDIRI dari segi energy
- Bagaimana mewujudkan masjid ini sebagai bangunan yang dapat meningkatkan taraf kota kricak
- Bagaimana mewujudkan bangunan yang dapat menjadi percontohan dan menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat.
- Bagaimana menciptakan bangunan yang dapat bertahan selama 50 tahun dari berbagai segi,baik dari fungsi,sampai pada State of The Art
PROBLEM SOLVING
Dalam menyelesaikan masalah diatas,dilakukan beberapa metode,seperti:
-Penggunaan tema Building As Landscape sebagai pemenuh tuntutan atas Green yang bertabrakan dengan Tuntutan Fungsi.
-Menyediakan sarana open space,dan menawarkan pengalaman yang berbeda pada area sirkulasi,atas pertimbangan banyaknya interaksi sosial yang terjadi pada aktivitas berjalan.
- Penggunaan solar system sebagai pusat sumber energy,diharapkan solar system dapat menyediakan energy selama minimal 12 jam per hari
-Pemilihan site,yang dapat menghubungkan kota Kricak dengan kota di luarnya dan Masjid sebagai penjembatannya.
-Pemilihan gaya yang up to date dan technology yang baik
WHY GREEN??
Hal ini berkaitan langsung pada pendekatan dalam hal menghadapi global warming issue,telah dilakukan penelitian di TOKYO,JAPAN,yang telah menghasilkan sebuah pernyataan berupa PENGGUNAAN ATAP HIJAU DAPAT MENGURANGI PEMANASAN BUMI HINGGA 25 %.Building as Landscape adalah kata kunci dalam mengolah aspek hijau ini.Tuntutan ruang dan fungsi berbanding terbalik akan tuntutan Green pada sebuah bangunan.tema Building as Lanscape diharapkan dapat menjawab permasalahan ini,dengan menyatukan aspek bangunan dengan tata landscape.
ADA APA DENGAN LIFESTYLE??
Selama kurun waktu 10 tahun terakhir,telah terjadi banyak terjadi pergeseran tentang life style manusia,terutama pada bidang sosial.THE WORLD IS JUST 14” LCD MONITOR!! slogan ini menunjukkan pergeseran cara sosial tersebut.Dapat dikatakan banyak orang lebih suka menggunkan fasilitas SOCIETY WEB daripada Interaksi langsung dalam bersosialisasi.hal ini tidak buruk,namun dapat dikatakan tidak baik pula.Aspek sosial
merupakan sifat dasar manusia,Karenanya,menjawab Issue ini banyak space2 yang berbau komunal dan interaksi langsung dalam gubahan massa bangunan ini
ATTRACTIVE VISUALIZATION
berbicara tentang State of The Art,Bagaimana bangunan ini dapat bertahan selama 50 tahun dari segi penampilan?
diperlukan tampilan yang mengedepankan kesan futuristis,kontemporer dan mengandung unsur latest tech tentunya.
DYNAMIC FACADE,dan BIOMORPHIC menjadi pilihan agar bangunan ini tetap menjadi “latest” meskipun pada tahun ke 50 nya.DYNAMIC FACADE yang berarti fasad yang dinamis ( dapat berubah ) memberi sensasi yang berbeda setiap waktunya.penggunaan light sensor dengan respon ‘movement’ menjadikan bangunan ini memberi sensasi berbeda antara jangka waktu pagi sampai malam.Hal ini menjadi menarik ketika disadari bahwa pada waktuSUBUH,DZUHUR,ASHAR,MAGRIB,dan ISYA,terjadi perbedaan intensitas matahari yang signifikan,sehingga PENGALAMAN sewaktu menjalankan ibadah menjadi menarik.penekanan pada pengalaman juga terjadi pada jalur pejalan kaki,dimana pada setiap sisi massa,terjadi perbedaan pengalaman yang mengandalkan kontur.
MANDIRI
masjid merupakan bangunan dengan daya tarik tinggi.Potensi ini memberikan peluang untuk menjadikannya bangunan percontohan bagi lingkungan sekitarnya ujntuk menghadapi masa depan,konsep kemandirian diangkat sebagai kata kunci dalam hal ini.Masjid diharapkan dapat menjadi contoh baik dalam hal bagaimana menjadi mandiri,hijau,sustainable dan hemat energi.
PROSES PENEMUAN BENTUK
massa utama
bangunan utama mengambil bentukan dasar SUJUD.Kenapa sujud?SUJUD merupakangerakan yang paling dominan dalam sholat,perwujudan rasa syukur yang paling mudah
dikenali.Sehingga diharapkan,dengan pengambilah bentukan sujud ini,Jema’ah dapat
langsung mengenali bangunan ini sebagai masjid.Walaupun masjid ini tidak menggunakan kubah
sebagai identitas pada masjid.
Komposisi Massa

Komposisi massa sendiri lahir dari bentukan sujud berjama’ah.Seakan-akan bangunan sendiri
sedang sujud kepada sang khalik.Hal ini didukung pula oleh orientasi site.Bangunan di hadapkan
kepada kiblat sehingga menguatkan kesan solat berjama’ah yang dilakukan oleh berbagai
massa.Hal ini dirasa berhasil memberikan citra masjid untuk tempat ibadah sebagai fungsi primernya.
Apa Yang Membuatnya Menjadi Menarik ??!!
Dynamic Facade
dynamic facade merupakan suatu tekhnology dimana bentuk bangunan dapat berubah
sesuai dengan lingkungannya.Hal ini menjadi tepat guna mengingat tuntutan visual dan lingkungan yang diberikan.Dengan dynamic facade bangunan tetap dapat memberikan performa terbaik dari segi STATE of THE ART tanpa melupakan aspek LINGKUNGAN yang ada di sekitar.
Aplikasinya sendiri di lakukan pada bangunan utama,pada transparent solar panel yang terlihat dominan.diberlakukan dynamic facade dengan system hydrolic (& sistem sensor cahaya) sebagai fungsi shading,arah matahari yang berubah2 mengakibatkan sensasi yang diberikan bangunan berbeda2 tiap waktunya.

Berbagai variasi facade akibat dynamic facade
Aplikasi ini juga di terapkan pada retina solar system.retina akan membesar dan mengecilmenyesuaikan dengan intensitas cahaya yang diberikanya.
sensasi beda pada retina solar pada pagi,siang dan soreBangunan Yang Edukatif
Minaret adalah suatu identitas yang wajib ada di setiap masjid.Biasanya minaret berfungsi agar
muadzin dapat naik ke atasnya dan mengumandangkan adzan.Namun seiring perkembangan
zaman,minaret lama kelamaan beralih fungsi menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih pada aspek
identitas.Dengan adanya minaret,orang dapat mengenali fungsi bangunan secara langsung.Pada
design,minaret tidak hanya diperuntukkan sebagai sarana identitas dan pengundang semata.
Namun minaret juga difungsikan sebagai sarana pendidikan.DIharapkan dengan adanya minaret
yang dapat di injak ini.Penduduk dapat mengenali dan mempelajari bagaimana suatu bangunan dapat berdiri sendiri secara dari sisi energi,Seperti dengan terlihatnya
slope,transparent solar cell,solid solar cell dan retina solar cell.Dengan demikian tujuan sebagai
proyek percontohan yang mandiri dapat terlaksana
posisi minaret view dari minaret
Masjid Sebagai Pengangkat,Penghubung,dan Gerbang Kota
hal ini berkaitan langsung dengan faktor2 pemilhan site,site dipilih pada sisi langsung jalan Magelang agar masjid ini dapat menjadi gerbang kota,mengenalkan Kricak kepada kota- kota lain.Pada akhirnya banyak pendatang yang berinvestasi pada kota Kricak,sehingga taraf kota Kricak meningkat dalam segala elemen pada akhirnya.
Building As Landscape
Dalam proses perancangannya terjadi tabrakan antara tuntutan hijau dan tuntutan ruang pada
gubahan massa.menyikapi hal ini terbangunlah sebuah solusi yang bertema BUILDING AS
LANDSCAPE,dimana bangunan yang mengandung aspek fungsi disatukan dengan tatanan
landscape yang mengandung aspek hijau.Selain itu hal ini dapat juga menjadi solusi atas tuntutan
manusia tentang kebutuhannya dalam bersosial dengan menjadikan atap bangunan seagai area
komunal.
building as landscape







Minaret adalah suatu identitas yang wajib ada di setiap masjid.Biasanya minaret berfungsi agar
muadzin dapat naik ke atasnya dan mengumandangkan adzan.Namun seiring perkembangan
zaman,minaret lama kelamaan beralih fungsi menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih pada aspek
identitas.Dengan adanya minaret,orang dapat mengenali fungsi bangunan secara langsung.Pada
design,minaret tidak hanya diperuntukkan sebagai sarana identitas dan pengundang semata.
Namun minaret juga difungsikan sebagai sarana pendidikan.DIharapkan dengan adanya minaret
yang dapat di injak ini.Penduduk dapat mengenali dan mempelajari bagaimana suatu bangunan dapat berdiri sendiri secara dari sisi energi,Seperti dengan terlihatnya
slope,transparent solar cell,solid solar cell dan retina solar cell.Dengan demikian tujuan sebagai
proyek percontohan yang mandiri dapat terlaksana
posisi minaret view dari minaretMasjid Sebagai Pengangkat,Penghubung,dan Gerbang Kota
hal ini berkaitan langsung dengan faktor2 pemilhan site,site dipilih pada sisi langsung jalan Magelang agar masjid ini dapat menjadi gerbang kota,mengenalkan Kricak kepada kota- kota lain.Pada akhirnya banyak pendatang yang berinvestasi pada kota Kricak,sehingga taraf kota Kricak meningkat dalam segala elemen pada akhirnya.
Building As Landscape
Dalam proses perancangannya terjadi tabrakan antara tuntutan hijau dan tuntutan ruang pada
gubahan massa.menyikapi hal ini terbangunlah sebuah solusi yang bertema BUILDING AS
LANDSCAPE,dimana bangunan yang mengandung aspek fungsi disatukan dengan tatanan
landscape yang mengandung aspek hijau.Selain itu hal ini dapat juga menjadi solusi atas tuntutan
manusia tentang kebutuhannya dalam bersosial dengan menjadikan atap bangunan seagai area
komunal.
building as landscapePengalaman Berjalan Yang Variatif
50.000 orang harus ditampung dalam kompleks ini,aspek sosial merupakan sikap dasar manusia.Kedua faktor tersebut menuntut tersedianya banyak lahan terbuka ,baik untuk jalur sirkulasi,maupun area komunal.terlihat pada kompleks begitu banyak tersedia area
sirkulasi dan open space.Kedua hal ini menjadi lebih valueable ketika ditemukan bahwa terjadi banyak perbedaan pengalaman pada area sirkulasi.Seperti pada permainan slope,tangga,j
embatan sampai sirkulasi yang flat.Pengalaman berjalan ini penting mengingat banyak interaksi yang terjadi ketika manusia melakukan kegiatan berjalan.

50.000 orang harus ditampung dalam kompleks ini,aspek sosial merupakan sikap dasar manusia.Kedua faktor tersebut menuntut tersedianya banyak lahan terbuka ,baik untuk jalur sirkulasi,maupun area komunal.terlihat pada kompleks begitu banyak tersedia area
sirkulasi dan open space.Kedua hal ini menjadi lebih valueable ketika ditemukan bahwa terjadi banyak perbedaan pengalaman pada area sirkulasi.Seperti pada permainan slope,tangga,j
embatan sampai sirkulasi yang flat.Pengalaman berjalan ini penting mengingat banyak interaksi yang terjadi ketika manusia melakukan kegiatan berjalan.

Ornamen Islam Sebagai Identitas
Sebagai bangunan Islam masjid ini dituntut untuk menunjukkan dirinya dan mengenalkan diri sebagai masjid kepada masyarakat sebagai user.Dalam hal ini ornamen Islam di angkat sebagai salah satu pembentuk bangunan Islam,selain minaret dan bentukan orang sujud tentunya
berikut skema transformasi bentuk ornamen dan pengaplikasian pada bangunan







DESIGN
Secara keseluruhan,Komplek Islamic Center
ini memiliki berbagai fungsi seperti
1.Masjid Utama
2.Area Tinggal
3.Kantin Umun
4.koperasi dan swalayan
5.Pusat pelayanan Sosial
6.Pusat Pelayanan Kesehatan
7.perpustakaan
Secara keseluruhan,Komplek Islamic Center
ini memiliki berbagai fungsi seperti
1.Masjid Utama
2.Area Tinggal
3.Kantin Umun
4.koperasi dan swalayan
5.Pusat pelayanan Sosial
6.Pusat Pelayanan Kesehatan
7.perpustakaan
8.TPA
9.Minaret

Pada proses pelaksanaannya pembangunan Islamic
Center ini dibagi menjadi 3 tahapamn,yaitu
pembangunan pada tahapan 10.25. dan 50 tahun.
Tentu saja terjadi berbagai perubahan di dalamnya,
baik dari sisi fungsi,posisi,maupun besaran.
10 tahun
Terdapat 3 massa dalam site yang memiliki 3 fungsi yang berbeda,diantaranya terdapat bangunan utama yang multi fungsi,terdapat area menginap dan juga
terdapat area food court.Bangunan utama terdiri atas 2 lantai,dimana pada lantai dasar bangunan difungsikan sebagai area support.Sementara pada lantai satu bangunan ini difungsikan sebagai masjid.Masjid dalam hal ini masih memiliki 1 lantai.Susunan shaf
yang terjadi adalah pria di depan dan wanita di belakang.Kapasitas masjid ini diharapkan mampu menampung hingga 1000 orang jemaah.Area wudhu dan kamar mandi
sendiri direncanakan erpisajh antara pria dan wanita.Area wudhu pria direncanakan pada lantai dasar dan area wudhu wanita di rencanakan pada lantai 2.Terdapat area menginap yang dapat menampung jemaah sejumlah 400 orang setiap harinya.Juga terdapat area food court dengan kapasitas mencapai 300 orang direncanakan pada lantai dasar.Pada tatanan lansekap
sendiri belum direncanakan adanya perbedaan level.dan area parkir masih berada di dalam site.Pada kurun waktu 10 tahun isue masjid mandiri telah diterapkan,oleh karenanya telah diterapkan dynamic facade dan solar panel pada bangunan.



25 tahun
Pada tahun ke 25 perencanaan mengalami perubahan,penyebaran terjadi sehingga
Islamic Center terkesan seperti perencanaan kawasan,fungsi2 support sudah tidak
bertempat pada area masjid lagi.masing2 telah memiliki perkembangan dan menempati
lokasinya masing2 dan berdiri sendiri.lantai dasar pada bangunan utama mengalami
perubahan fungsi.yang semula merupakan fungsi support dialih fungsikan menjadi
fungsi masjid.dan bangunan bertambah lantai menjadi 2 lantai.Perkembangan juga terjadi
pada pembagian shaf.pembagian shaf ditetapkan bahwa shaf pria di lantai dasar dan
shaf wanita di lantai 1.begitu pula dengan pembagian tempat wudhu dan kamar
mandi.fungsi bangunan seperti perpustakaan dan TPA di pisahkan,sementara koperasi di gabungkan dengan swalayan ( fungsi tambahan ),sementara
itu fungsi pelayanan sosial dan pelayanan kesehatan di satu bangunan.Mulai ada
perkembangan pada landscape,seperti di adakannya slope dan building as landscape hal ini merupakan upya atas pemenuhan kebutuhan GREEN pada bangunan.Sementara itu dari sisi
kemandirian,pada bangunan mulai ditambahkan retina solar cell demi menyesuaikan atas kebutuhan energi yang dibutuhkan.




50 tahun
50 tahun adalah puncak dari pembangunan,bangunan masjid ditambah menjadi 4 lantai,begitu
pula dengan pengembangan area wudhu dan kamar mandi,area perpustakaan
dan TPA disatukan,Sementara area koperasi dan swalayan mengalami penambahan luasan.
Area food court sendiri menambah area makannya pada bagian basement yang menjadi trbuka.
Sementara area tinggal mengalami penambahan luasan dan jumlah lantai.pada bagian
landscape sudah mulai terasa permainan leve,di sisi utara entrance di berikan
side entrance yang memiliki nilai akses menuju masjid,pelayanan sosial dan area
food court.sementara disisi selatan di rencanakan adanya sky bridge yang
menghubungkan area luar dengan masjid secara langsung.area parkiran sepenuhnya di pindahkan keluar site.Sementara retina solar panel di tambah fungsikan sebagai payung
yang melindungi amphiteater sebagai area dakwah









Pada proses pelaksanaannya pembangunan Islamic
Center ini dibagi menjadi 3 tahapamn,yaitu
pembangunan pada tahapan 10.25. dan 50 tahun.
Tentu saja terjadi berbagai perubahan di dalamnya,
baik dari sisi fungsi,posisi,maupun besaran.
10 tahun
Terdapat 3 massa dalam site yang memiliki 3 fungsi yang berbeda,diantaranya terdapat bangunan utama yang multi fungsi,terdapat area menginap dan juga
terdapat area food court.Bangunan utama terdiri atas 2 lantai,dimana pada lantai dasar bangunan difungsikan sebagai area support.Sementara pada lantai satu bangunan ini difungsikan sebagai masjid.Masjid dalam hal ini masih memiliki 1 lantai.Susunan shaf
yang terjadi adalah pria di depan dan wanita di belakang.Kapasitas masjid ini diharapkan mampu menampung hingga 1000 orang jemaah.Area wudhu dan kamar mandi
sendiri direncanakan erpisajh antara pria dan wanita.Area wudhu pria direncanakan pada lantai dasar dan area wudhu wanita di rencanakan pada lantai 2.Terdapat area menginap yang dapat menampung jemaah sejumlah 400 orang setiap harinya.Juga terdapat area food court dengan kapasitas mencapai 300 orang direncanakan pada lantai dasar.Pada tatanan lansekap
sendiri belum direncanakan adanya perbedaan level.dan area parkir masih berada di dalam site.Pada kurun waktu 10 tahun isue masjid mandiri telah diterapkan,oleh karenanya telah diterapkan dynamic facade dan solar panel pada bangunan.



25 tahun
Pada tahun ke 25 perencanaan mengalami perubahan,penyebaran terjadi sehingga
Islamic Center terkesan seperti perencanaan kawasan,fungsi2 support sudah tidak
bertempat pada area masjid lagi.masing2 telah memiliki perkembangan dan menempati
lokasinya masing2 dan berdiri sendiri.lantai dasar pada bangunan utama mengalami
perubahan fungsi.yang semula merupakan fungsi support dialih fungsikan menjadi
fungsi masjid.dan bangunan bertambah lantai menjadi 2 lantai.Perkembangan juga terjadi
pada pembagian shaf.pembagian shaf ditetapkan bahwa shaf pria di lantai dasar dan
shaf wanita di lantai 1.begitu pula dengan pembagian tempat wudhu dan kamar
mandi.fungsi bangunan seperti perpustakaan dan TPA di pisahkan,sementara koperasi di gabungkan dengan swalayan ( fungsi tambahan ),sementara
itu fungsi pelayanan sosial dan pelayanan kesehatan di satu bangunan.Mulai ada
perkembangan pada landscape,seperti di adakannya slope dan building as landscape hal ini merupakan upya atas pemenuhan kebutuhan GREEN pada bangunan.Sementara itu dari sisi
kemandirian,pada bangunan mulai ditambahkan retina solar cell demi menyesuaikan atas kebutuhan energi yang dibutuhkan.




50 tahun
50 tahun adalah puncak dari pembangunan,bangunan masjid ditambah menjadi 4 lantai,begitu
pula dengan pengembangan area wudhu dan kamar mandi,area perpustakaan
dan TPA disatukan,Sementara area koperasi dan swalayan mengalami penambahan luasan.
Area food court sendiri menambah area makannya pada bagian basement yang menjadi trbuka.
Sementara area tinggal mengalami penambahan luasan dan jumlah lantai.pada bagian
landscape sudah mulai terasa permainan leve,di sisi utara entrance di berikan
side entrance yang memiliki nilai akses menuju masjid,pelayanan sosial dan area
food court.sementara disisi selatan di rencanakan adanya sky bridge yang
menghubungkan area luar dengan masjid secara langsung.area parkiran sepenuhnya di pindahkan keluar site.Sementara retina solar panel di tambah fungsikan sebagai payung
yang melindungi amphiteater sebagai area dakwah







